Latihan Ini Dapat Bantu Anak Disleksia Lancar Membaca

Kursus Membaca – Melihat anak kendala membaca, tidak boleh langsung dianggap karena ia malas, bodoh, atau tidak cukup konsentrasi. Bisa jadi anak mengidap disleksia. Ibu mesti tahu bahwa menyimak menjadi pekerjaan yang sangat sulit dilaksanakan oleh anak dengan situasi disleksia. Pasalnya, mereka ingin mengalami kendala dalam mengubah informasi dari kalimat yang mereka baca.

Sayangnya, belum diketahui penyebab seorang anak merasakan disleksia selain sebab ada perbedaan teknik otak bekerja dalam menafsirkan atau mengubah informasi. Meski begitu, dipercayai ada hubungan antara disleksia dengan hal genetika. Jika ibu atau ayah mempunyai riwayat kelainan ini, maka anak pun dapat memilikinya.

Membaca menjadi kegiatan yang susah untuk pengidap disleksia sebab kegiatan ini melibatkan keterampilan visual dan auditori secara bersamaan. Anak dengan disleksia sering bingung memisahkan antara arah kanan dan kiri, sampai-sampai huruf-huruf yang tampak serupa, laksana b, d, p, q menjadi susah dibedakan. Contohnya, anak disleksia tidak jarang tertukar ucapan-ucapan “kuku” dengan “kaku” sebab bentuknya serupa.

 

 

 

 

Jangan kecewa bila anak mengidap disleksia, sebab setiap anak tercetus unik. Ibu melulu membutuhkan waktu guna mengajari sang buah hati membaca sampai lancar, barangkali salah satu dari tiga cara berikut dapat dicoba:

1. Metode Multisensori

Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Psychological Studies menyatakan, cara multisensori membangun tidak sedikit asosiasi visual-auditori melalui pekerjaan kinestetik, mengembangkan rentang perhatian pada rinci dalam huruf atau kata, meminimalisir rasa bosan, dan menambah keterlibatan anak dalam belajar. Berikut contohnya:
o Menggunakan Pasir atau Krim
Orangtua dapat menggunakan pertolongan pasir atau whipping cream guna metode ini. Tuangkan pasir atau sebarkan krim pada wadah. Lalu, mohon Si Kecil guna menyebutkan kata di atas pasir atau krim memakai jari mereka. Sambil menulis, mohon ia menyimak setiap huruf, kemudian sebutkan suku katanya. Kemudian, mohon ia melafalkan kata tersebut.
o Menggunakan Balok Huruf
Siapkan balok-balok huruf dan berikan warna yang berbeda, contohnya warna kuning untuk kumpulan huruf vokal dan warna merah untuk kumpulan huruf konsonan. Minta anak untuk merangkai kata memakai balok-balok huruf tersebut seraya mengejanya. Kemudian, mohon ia untuk melafalkan kata utuhnya dengan jelas sesudah selesai merangkai kata.
o Baca, Susun,dan Tulis
Mengutip dari laman Understood, teknik baca susun, dan tulis juga dapat diterapkan guna anak disleksia. Di atas selembar karton, buatlah tiga kolom, yakni BACA, SUSUN, dan TULIS. Siapkan pun spidol dan balok warna-warni. Tuliskan kata yang hendak diajarkan untuk anak di kolom BACA, lalu mohon anak untuk meneliti huruf-huruf pembentuk kata tersebut.
Kemudian, mohon anak merangkai kata itu di kolom SUSUN memakai balok huruf warna-warni. Terakhir, mohon anak menyebutkan kata itu di kolom TULIS seraya membacanya.
o Dinding Kosakata
Cetaklah ucapan-ucapan yang sering digunakan dan tampak di lokasi umum, laksana “dari”, “di”, “ke”, “dan”, “saya” dalam ukuran besar dan berwarna-warni, lantas tempel ucapan-ucapan tersebut di dinding kamar anak cocok dengan urutan alfabetik. Anak secara otomatis sering menyaksikan dan mengingat ucapan-ucapan tersebut, sampai-sampai membuatnya lebih fasih membaca.

 

2. Metode Fonik

Metode ini bertujuan guna melatih keterampilan auditori dan visual anak dengan teknik menamai huruf cocok dengan bunyinya. Misalnya, huruf D dibunyikan de, huruf H dibunyikan dengan ha. Pasalnya, anak dengan disleksia bisa beranggapan kata “es krim” melulu terdiri dari “s” dan “krim”.
o Membedah Kata
Pertama, tentukan satu kata yang hendak diajarkan untuk anak. Tulis kata itu di suatu papan, kemudian baca dengan jelas. Kemudian, mohon anak untuk melafalkan setiap huruf yang menyusun kata tersebut. Tanyakan huruf apa yang ia lihat di awal, tengah, dan akhir kata. Tanyakan pun huruf vokal apa saja yang terdapat pada kata tersebut. Dengan demikian, anak dapat menganalisis dan memroses kata lebih detail.
3. Metode Linguistik
Metode ini mengajarkan anak guna mengenal kata secara utuh. Cara ini efektif supaya anak tidak keliru mengenali ucapan-ucapan yang serupa. Cara ini pun mendorong anak untuk memutuskan sendiri pola hubungan antara huruf dan bunyinya.

 

 

Leave a Comment